Sunday, April 16, 2017

Deactivated Temporarily

Pagi Penuh Syukur dan Keputusan

Sungguh, saya benar-benar merasa bahagia dan mensyukuri pagi ini. Pagi tadi saya: bangun tidur, wudhu, sholat, cuci muka dan sikat gigi, lari pagi di danau perumahan sebelah, sarapan bubur sambal krecek yang susah ditemukan di Jabodetabek, ziarah ke makam ayahanda, maskeran wajah di rumah, dan saat tulisan ini dibuat saya sedang antri mandi - menunggu giliran mandi setelah keponakan saya.

Mungkin rutinitas pagi yang saya sebutkan tersebut nampak begitu biasa, tapi di saat mereka yang di daerah dan pedalaman sedang memperjuangan ruang hidup mereka yang hendak dirampas korporasi, di saat mereka di Syria sedang berjuang lawan kekejaman manusia-manusia keji, dll., sungguh begitu sangat amat besar sekali nikmat Allah kepada saya pagi ini.

Yang juga penting daripada rutinitas pagi adalah saat ini setiap pagi saya mencoba berusaha mereview dan memutuskan apa-apa saja yang saya akan lakukan hari ini - setelah saya membuat rencana kasar pada malam sebelumnya. Salah satu keputusan yang saya buat pagi ini adalah men-deactivate hampir semua akun sosial media saya, kecuali blog dan whatsapp. 


Why Deactivated?

Ide awalnya dimulai ketika saya bercerita kepada teman saya bahwa saya bosan kepada mereka yang asal memberi penilaian terhadap kehidupan saya hari ini. Saya sadar bahwa kehidupan saya hari ini mungkin memang belum begitu bagus, but it's not that bad too. I am still happy, fully grateful, and on process at doing something. Saya bosan harus menjelaskan berulang hal yang sama kepada mereka yang bertanya tentang kehidupan saya hari ini, padahal tidak sepenuhnya dari mereka yang perhatian, peduli, mendoakan, dll. melainkan hanya sekedar kepo, bahan gosip, atau ingin tau saja. Astaghfirullah, mungkin saya suudzon saja ya? Hanya saja memang seringkali mereka yang tau hanya 1/4 bagian cerita atau hanya melihat media sosial saya saja tanpa klarifikasi, berbicara kepada orang lain seolah mereka paling tau sepenuhnya tentang hidup saya hari ini.

Teman yang saya ceritakan tersebut, yang memang tau kondisi kehidupan saya saat ini berkata, "Win, mungkin lo perlu menghilang sementara dari peradaban".

Mungkin benar. Yang sesungguhnya terjadi hari ini adalah saya sedang: 1) tidak ingin menjelaskan apapun kepada mereka yang tidak benar-benar peduli, 2) tidak ingin sibuk dengan sosial media, 3) tidak ingin sibuk dengan penilaian orang, 4) juga tidak ingin seolah menjadi hakim dengan menilai orang lain hanya karena melihat akun media sosial miliknya, 4) tidak ingin berkata "update dulu ah" saat saya sedang quality time bersilaturahmi atau makan di restoran, 5) tidak ingin habiskan waktu memikirkan caption, design feeds atau membuat foodporn, 6) ingin lebih banyak bersyukur tanpa harus semua orang tau.

Rasanya media sosial dunia maya dewasa ini, hanya pencitraan saja - di mana pencitraan tersebut pun belum tentu sesuai dengan keadaan sebenarnya di dunia nyata. Yang mencitrakan pribadinya sebagai pribadi yang bahagia, sesungguhnya belum tentu sebahagia itu. Yang mencitrakan kehidupannya merana, pun belum tentu semerana itu. Dsj. 7) saya juga sedang tidak ingin mencitrakan apapun melalui media sosial di dunia maya.

Ketimbang sibuk memikirkan design feeds, saya sedang dalam proses menjadi designer bagi hidup saya - yang tidak perlu semua orang tau seperti apa grand design-nya. Ketimbang menilai orang lain melalui media sosial, saya sedang dalam proses untuk lebih banyak langsung berinteraksi/ bersilaturahmi/ quality time dengan mereka di dunia nyata. Saya ingin menjauhi semua yang membuat saya cenderung menilai seseorang (karena penilaian itu juga belum tentu benar), melainkan saya ingin lebih sibuk menilai dan memperbaiki diri sendiri. Saya ingin sibuk habiskan waktu untuk memperjuangkan apa yang sedang saya ingini saat ini, sambil bersyukur kepada Allah atas semua yang Allah beri.

Catatan bahwa ini sifatnya sementara dan tidak saklek. Sesekali di momen-momen begitu berkesan saya mungkin akan posting apa yang ingin saya bagi. Dan jika apa yang saya rintis dan perjuangkan hari ini terwujud (aamiin insyaAllah), saya mungkin akan aktif kembali.


I am gonna contact you personally!

Meskipun demikian, saya sepenuhnya sadar bahwa I have amazing friends yang benar-benar peduli dan ingin memastikan bahwa saya hari ini dalam kondisi sehat dan bahagia. Mereka bisa jadi ingin mendengarkan keluh kesah saya, sehingga mereka bisa tau doa spesifik seperti apa yang bisa dipanjatkan untuk saya. I am totally blessed for having you all guys with me!

Jadi, tanpa mengurangi doa yang senantiasa terpanjat dan rasa sayang saya kepada semua orang baik yang perhatian sama saya, saya akan sangat berterima kasih jika teman-teman dan mas mbak yang mau tau kabar dan silaturahmi, bisa langsung menghubungi saya atau saya yang akan menghubungi secara personal. Fyi, saya sedang berusaha menghubungi orang baik yang saya ingin temui secara personal, mungkin yang sedang membaca pun termasuk di dalamnya. Namun sebelumnya saya mohon maaf, jika tidak bisa bertemu dalam waktu dekat atau saya mungkin belum bisa sepenuhnya merespon dengan baik segala bentuk komunikasi yang masuk, dengan alasan bahwa saya hari ini masih merintis dan berjuang, dan belum bisa bawa kabar bahagia. Sungguh deh, ketimbang kita ketemu dan saya harus berkeluh kesah, saya memilih kita ketemu dan saya bawa kabar bahagia. Saya lagi ingin fokus dulu, karena alhamdulillah saya udah tau apa yang sebenarnya ingin saya capai, setelah sebelumnya mencari jati diri dan melalangbuana ke mana-mana.

Sementara itu, blog ini akan tetap aktif dan bisa juga jadi ajang tau kabar dan silaturahmi. Kenapa blog tetap aktif sementara yang lain tidak? Karena menulis blog tetap saya butuhkan sebagai terapi diri, dan mengasah kemampuan menulis saya.

Related image
Sungguh ngga ada niatan sombong atau bagaimana. Saya hanya tidak ingin terjebak menjadi generasi wacana dan pencitraan. Saya tidak ingin koar-koar tanpa realisasi sebelum kabar bahagia itu benar-benar tiba. Ketahuilah, walau kita belum bisa bersua, saya benar-benar berdoa semoga kita dapat diberi kesempatan bertemu atau bersilaturahmi oleh Allah, dalam waktu terbaik dan keadaan yang sehat. Tak lupa, semoga kita juga bisa senantiasa jadi pribadi bersyukur, sehingga jikapun kita dipanggil tiba-tiba oleh Allah, kita bisa menghadap-Nya dalam keadaan tersenyum dan penuh syukur.

Kalau ada pemikiran saya yang sekiranya dipertanyakan di tulisan ini, saran dan masukan ditampung jika ada. Thanks a lot guys for everything which I can not mention one by one. I do know you guys love me like I always do to you! I will be back soon, very very soon!



Aaamiin InsyaAllah (untuk semua doa dan semoga yang ada di tulisan ini)

No comments:

Post a Comment